Jelajah Bromo - objek wisata Kawah Bromo

Setelah selesai menikmati pemandangan di Pananjakan, kami melanjutkan perjalanan menuju objek wisata berikutnya yaitu Kawah Gunung Bromo. Ya disini anda bisa melihat kawah gunung Bromo yang cukup dalam, karena beberapa tahun lalu baru saja mengeluarkan kawahnya.

Dari Pananjakan kita turun lagi ke jalanan berpasir yang luas dan menuju kaki gunung bromo untuk kemudian melanjutkan perjalanan naik ke kawah gunung bromo. Untuk mencapai puncak kawah gunung bromo, anda bisa menyewa kuda untuk ditunggangi, tarif naik kuda sampai atas kawah adalah Rp.30.000 -  50.000 per orang tergantung tawar menawarnya.

Kalau anda memutuskan untuk berjalan kaki, anda akan menempuh jarak sekitar 2 KM sebelum menaiki 100 anak tangga disana. Kekuatan fisik anda pun disini akan diuji setelah berjalan sekitar 2 KM dan harus menaiki 100 anak tangga. Saya saja baru setengah perjalanan sudah ngos-ngosan. Tapi demi hasil pencapaian yang indah maka capek pun akan terbayar jua.

Dan benar sekali ketika kami sampai di atas, kami disuguhkan dengan pemandangan kawah bromo yang mempesona dan cetar membahana badai :D. dimana anda bisa melihat gempulan asap yang keluar dari kawah di dalam gunung bromo yang sudah hancur akibat ledakan beberapa tahun lalu katanya. Dan jika anda melihat ke arah sebaliknya dari kawah, anda akan melihat pemandangan hijau dari bukit bukit yang mengelilingi lautan pasir yang sangat luas.

Mulai disini saya keranjingan dengan fitur foto yang diambil secara panorama. Dimana foto akan terlihat lebih luas sesuai objek yang kita arahkan. Sampai-sampai si Suryan kesal kalau saya minta di foto dengan fitur panorama terus. Hihihi…


Setelah puas melihat pemandangan sekitar kawah Bromo dan berfoto ria dengan fitur panorama, kami bersiap melanjutkan penjelajahan berikutnya di Savana. Ceritanya lanjut kesini ya kengkawan >>>

Jelajah Bromo - Menjelajah objek wisata pananjakan


Sebelumnya saya sudah ceritakan keseruan perjalan menuju kawasan Gunung Bromo. Dan sekarang saya lanjutkan dengan menjelajah gunung bromo, keindahan yang menakjubkan.

Pukul 03.00 pagi waktu setempat kami dibangunkan oleh supir jeep yang sudah menunggu di depan jeepnya. Saya pun bersiap-siap dengan pakaian dan alat perang pengusir dingin. Kemarin saat siang hari saya sampai di kawasan ini dinginnya sudah cukup membuat badan menggigil, dan coba bayangkan dinginnya pada jam 3 pagi. Brrrrrrr…

Oke sudah siap, Jaket tebal, sarung tangan, syal di leher, topi kupluk sudah menghangatkan badan. Nah disini lah terjadi Human error dimana di cuaca dingin saat itu. Kami hanya memakai sandal gunung tanpa kaos kaki sedangkan orang lain dan bahkan supir jeepnya pun menggunakan sepatu beserta kaos kaki tebal. Tapi show must go on bro… Kita lanjut menaiki jeep menuju penginapan pak solikin teman sharing kami di bromo. Tempat penginapan beliau cukup mewah dan bertempat di pintu masuk kawasan gunung bromo. Oke penumpang sudah lengkap dan kami semua menyusuri jalan pasir yang luas dan gelap. Di perjalanan pun kami sudah merasakan keseruan perjalanan kami menuju barat menuju objek wisata pertama yaitu Pananjakan.

Pananjakan inilah tempat pertama yang dikunjungi semua wisatawan, karena disini kita bisa melihat keindahan munculnya matahari diatas pegunungan yang sangat tinggi. Pukul 4 pagi waktu setempat di pananjakan sudah ramai sekali wisatawan yang sudah menempati posisinya masing-masing di belakang pagar pembatas dan siap dengan kamera yang canggih untuk mengambil gambar terbitnya Sang Surya.
Sambil kami menunggu munculnya Sang Surya, saya bernarsis-narsis ria berfoto disekitar pananjakan. Sungguh cuacanya saat itu amat sangat dingin ditambah kami hanya memakai sandal gunung tanpa kaos kaki tebal. Jam setengah 6 pagi Sang Surya sudah mulai memancarkan cahaya indahnya yang berwarna orange. Sungguh indah pemandangan dan takjub akan ciptaan Sang Pencipta.

Wisatawan asing dan wisatawan lokal sangat ramai memenuhi kawasan Pananjakan ini. Mereka tidak mau melewatkan momen indah ini pasti. Diseberang yang jauh disana saya melihat pemandangan yang juga sangat amat indah dimana ada perbukitan, gunung Bromo dan gunung Semeru yang terlihat indah dan eksotisnya pemandangan pagi itu serta sayang untuk dilewatkan berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan seperti ini.

Pastikan anda bawa kamera dengan kapasitas batre yang penuh karena anda pasti tidak akan lepas untuk melakukan sesi foto disana. Semua orang disana akan terkena penyakit narsis yang akut ketika melihat pemandangan gunung bromo dari pananjakan.

Jelajah Bromo – Perjalanan pun dimulai – Part 1


Halo kawan, lama tak berjumpa dalam cerita dan pertualangan saya ya? Kali ini saya punya oleh-oleh dari Jawa Timur loh. Saya baru saja menjelajah keindahan dan kemegahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tanggal 27 dan 28 Maret 2013 lalu. So…silahkan disimak, check this out.

Saya berangkat dengan teman saya si Suryan Gusti Permana yang biasa di panggil Suryan atau Pram. Loh kok Cuma berdua? Ya kami hanya berdua, ingin sekali mengajak teman yang lain ikut serta. Tapi apa daya mereka sedang sibuk dan tidak bisa ikut dengan kami. Ada juga teman saya yang ikut tapi dia menyusul naik kereta jurusan Kota Baru Malang.

Oke, dimulai dari saya naik kereta dari stasiun Jakarta Kota tujuan Surabaya Gubeng dengan kereta ekonomi seharga Rp. 33.500,- (Ini adalah kereta ekonomi terakhir dan termurah yang saya naiki, karena pemerintah berencana akan menghapus kereta ekonomi ini dan diganti dengan kereta ekonomi AC pada bulan April 2013). Kereta berangkat sore hari dan sampai di Stasiun Surabaya Gubeng pagi hari sebelum sang Matahari memancarkan cahayanya.

Butuh perjuangan juga sebenarnya saat di kereta ekonomi. Tapi kami lanjutkan saja ya ceritanya.

Pagi hari tepat pukul 07.00 waktu Indonesia bagian Surabaya Gubeng lah pokoknya, kami pun bergerak menuju tujuan selanjutnya. Karena untuk sampai ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru perlu beberapa perjalanan kecil untuk sampai disana. Dari stasiun Surabaya Gubeng, kami berjalan kaki melewati Monumen Kapal Selam yang ada di Kota Surabaya, kemudian menuju halte dimana ada bis kota tujuan terminal Bungur Asih. Ongkos untuk menuju terminal seharga Rp.3.000,-.

Sekitar jam 8 Kurang kami sampai di terminal Bungur Asih, kami sejenak istirahat dan mencari sarapan. Saya memutuskan kami makan makanan khas Surabaya. Ternyata ada Rawon, dengan harga Rp.11.000,- anda bisa mencicipi makanan khas ini. Setelah perut kenyang dan energi terkumpul kami lanjutkan perjalanan untuk mencari bus patas AC menuju terminal Bayu Angga (Probolinggo). Dengan ongkos sebesar Rp.23.000,- per orang, perjalanan ditempuh sekitar 3 jam perjalanan. Diperjalanan saya dan si Suryan menyempatkan diri untuk tidur loh, karena semalaman di kereta tidak bisa tidur jadilah mata kami ini seperti mata panda dengan warna hitam di pinggir kelopak matanya.

Fiuuuhhh, akhirnya setelah 3 jam perjalanan kami sampai di terminal Bayu Angga (Probolinggo). Nah dari terminal ini kalau ingin menuju ke Taman Nasional Bromo anda harus keluar dari terminal kemudian di sebelah kiri terminal terdapat terminal kecil tempat mangkalnya mobil elf atau mini bus untuk jurusan Bromo.
Ingat disini anda sudah bertemu dengan para calo yang menawarkan jasa ke bromo, mulai dari tukang ojek, supir taksi, tukang becak dan lain-lain.

Tips : Langsung menuju ketempat mangkalnya bus mini dan tanya langsung ke supirnya untuk ke bromo dan ongkosnya berapa. Pastikan anda sampai di terminal Bus Mini/Elf ini sebelum jam 4 sore, karena lewat dari jam segitu sudah tidak ada lagi Bus Mini/Elf yang mengarah ke bromo.

Di terminal bus mini ini cukup memakan banyak waktu karena anda harus menunggu penumpang lain sampai kuota mencapai 15 orang baru bus mini akan berangkat menuju bromo. Biasanya anda akan melihat banyak turis yang juga akan pergi ke gunung Bromo. Oiya, untuk ongkosnya sendiri adalah Rp.25.000,- per orang dan bisa lebih jika kuota penumpang kurang dari 15 orang.

Akhirnya setelah menunggu 2 jam, bis mini pun berangkat menuju Cemoro Lawang (Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Perjalanan memakan waktu sekitar 2 Jam untuk sampai di atas. Anda akan disuguhkan pemandangan perbukitan hijau yang indah dimana banyak pohon rindang dan tanaman-tanaman sayuran penduduk sekitar.

Sesampainya di Cemoro Lawang udara sudah mulai terasa dingin pastikan kalau anda kesini persiapkan jaket yang cukup tebal, sarung tangan, kupluk dan syal. Saya mencari info terlebih dahulu kepada supir mini bus elf tadi tentang penginapan yang murah dan dekat di sekitar Cemoro Lawang. Dan juga paket jeep untuk esoknya menjelajah kawasan gunung Bromo. Kebetulan sang kondektur dan supir menawarkan tempat penginapan kenalannya seharga Rp.150.000,- yang berisi 2 tempat tidur + kamar mandi di dalam. Kalau anda ingin mencari yang lebih murah, agak jauh dari tempat saya menginap disana banyak penginapan atau homestay yang menawarkan jasa penginapan dengan tarif Rp.75.000 – Rp.100.000 per malam.

Untuk Sewa jeep saya bertemu dengan keluarga bapak Solikin beserta Istri dan 2 anaknya dan juga mas Akah beserta pacarnya, jadi kami sharing sewa jeep. Karena tarif sewa jeep sendiri adalah Rp.450.000,- dan ditambah 2 objek wisata tambahan jadi Rp.600.000,- dengan 4 Objek Wisata yaitu Pananjakan, Kawan Gunung Bromo, Savana dan Pasir Berbisik.

Setelah semua beres, kami pun berisitirahat untuk esok paginya sekitar jam 3 di jemput dengan jeep dan mulai berpetualang menjelajah wisata gunung bromo. Lanjut ke part 2 yah kengkawan….

Happy Graduation, Wahai Sarjana Muda

Selamat, untuk teman-teman saya yang sudah dilantik sebagai wisudawan dan wisudawati. Akhirnya setelah perjuangan selama 4 tahun kalian kuliah, ujian semester, ujian akhir, kerja praktek, skripsi kemudian sidang skripsi dan sekarang sudah bisa menyandang gelar sarjana.

Tiada upaya yang mudah bagi kalian atas perjuangan yang telah di jalani dan diperjuangkan selama ini. Momen inilah yang kalian nanti dan kalian impikan saat  lulus SMA untuk meneruskan kuliah di perguruan tinggi demi mendapatkan gelar sarjana.

Betapa bangga pastinya orang tua, kakak, adik, saudara, sahabat, dan kerabat serta tetangga kalian pun semua ikut bersuka cita atas pencapaian ini.

Saya pun bisa merasakan, bagaimana perasaan kalian saat ini. Karena setahun lalu saya juga seperti kalian dimana nama saya dipanggil ke depan untuk bersalaman dengan kepala program studi, dekan dan rektor universitas untuk disahkannya kita menyandang gelar sarjana.

Ya, pasti kalian terharu, sedih, senang, bangga dan semua rasa bercampur jadi satu ketika kalian memakai toga. walaupun terlihat kebesaran tapi kalian bangga memakainya. Wajah cerah bersinar, senyum indah menawan dan mata yang berbinar-binar saat kalian ada di acara pelantikan tadi.

Akhirnya kalian sudah bisa menggapai impian dan sudah membuat orang yang kalian sayangi sangat bangga kepadamu.

Sekali lagi saya ucapkan, selamat untuk kalian semua yang telah menjadi sarjana. Setelah ini masih banyak perjuangan hidup yang harus dilalui dan penuh banyak tantangan. Kejarlah terus impian dan cita-cita mu. Buktikanlah kamu adalah sarjana yang bisa di banggakan.

Berikut ini ada kutipan dari dosen dan guru kalian :
Selamat kepada para Sarjana Komputer (S.Kom) UPNVJ, jadilah pemantik api yang selalu menyala dan menerangi kehidupan di masa mendatang dengan jiwa kebangsaan, kepemimpinan dan kewirausahaan. -Titin Pramiyati-

Best Regards,
Sepry Haryandi

Berlibur ke Dataran Tinggi Dieng


Libur telah tiba, Libur telah tiba. Kali ini gue akan menceritakan liburan yang seru ke dataran tinggi Dieng yang ada di propinsi Jawa Tengah yang masuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.

Setelah kita merayakan Idul Fitri 1433H. Kini saatnya berlibur, karena libur hari raya Idul Fitri ini cukup panjang. Gue memutuskan untuk traveling untuk mengisi waktu libur gue yang cukup panjang ini. Kemana traveling gue kali ini? kali ini gue berlibur ke dataran tinggi Dieng. Pasti kalian yang orang Jawa khususnya orang Jawa Tengah sudah tahu yang namanya Dieng.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

SICECEP & BLOGNYA (SICECEP.COM)
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1433 H - 2012 M

pinjem punya ebsoft :)
Semoga kita semua kembali fitri dan selalu mendapat berkah setelah menjalani ibadah di bulan ramadhan. Amiin.

Mohon maaf lahir batin ya, Maaf-maaf kalau ada tulisan gue yang kurang berkenan dan banyak salahnya, semoga kalian membukakan pintu maaf yang selebar di kali panjang sama dengan luas.

Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara

Upacara Penurunan Bendera
sumber : kompas.com
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-67. Ada yang spesial di Hari ini, kenapa cep? Setiap HUT RI selalu diadakan Upacara Bendera ya kan. Di sekolah, di perusahaan, di instansi pemerintah dan dimana-mana. Tau istana negara kan? tempat kerjanya bapak presiden kita pak SBY nama gaulnya.

Nah gue dapet undangan upacara dari istana negara. *salto* *push-up* *khayang* *nyebur sumur*. Berasa wooowww gitu. (lebay dah norak dah gue). Gue dapet undangan dari temen gue yang ayahnya jadi PASPAMPRES (Pasukan Pengamanan Presiden) untuk hadir dalam upacara penurunan bendera di Istana Negara.

Akhirnya bisa ikutan upacara langsung di istana negara walaupun saat penurunan bendera aja. Gue berangkat bersama ketiga teman gue dan satu aditional player. jadi kita berlima. Naik motor di siang hari bolong yang panasnya lumayan bikin mateng. Mengenakan batik dengan celana hitam dan sepatu yang mengkilat. Berharap bisa cepet sampai di istana negara karena acara dimulai pukul 16.00 WIB.

Dan sampailah gue disana dan sebelum masuk gerbang istana negara gue diperiksa oleh ajudan-ajudan atau panitia Istana Negara yang ber-jas hitam-hitam dan berdasi merah. Diperiksa di alat detector dan semua barang dimasukkan ke alat scan barang yang kaya dibandara-bandara itu loh. Trus diperiksa lagi oleh panitia (Agak di raba-raba geli gitu haha..). Ketat banget pemeriksaan oleh panitia. Bahkan korek api pun disita.

Dari undangan yang gue bawa ada 3 (satu undangan untuk dua orang) dan bisa ditukerin sama souvenir asal Istana Negara Republik Indonesia. Dapet snack yang isinya kue 2 kotak dan 2 air mineral terus dapet 1 tas yang lumayan gede yang isinya ada banyak macemnya. Ada kaos, handuk, topi, majalah, makanan dan souvenir khas dari Istana Negara yang bertemakan Pulau Sumatera.

Acara sudah dimulai ketika gue dan teman-teman sudah datang. Gue cari tempat duduk sesuai yang ada di undangan. gue duduk di blok EE dan ternyata udah penuh disana. Banyak juga yang diundang. Rata-rata dari instansi pemerintahan dan pejabat-pejabat serta keluarga anggota polisi dan tentara.

Acara diisi oleh beberapa pertunjukan sebelum acara penurunan bendera dimulai. Ada Marching band, tarian adat dan perunjukan lain yang khas asal pulau Sumatera, karena tema Kemerdekaan Indonesia kali ini adalah "Tanah Sumatera".

FYI : Setiap upacara di istana negara ini selalu berganti tema setiap tahunnya. Karena Indonesia memiliki ragam budaya dan adat istiadat.
Udah masuk segmennya upacara penurunan bendera para prajurit dari berbagai kesatuan dan instansi pemerintah sudah memasuki halaman upacara. Lalu masuklah PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera) juga masuk dengan suara sepatunya yang khas menyentuh tanah dengan irama yang senada #tsaaaah. *proook* *proook* *proook*. Begitulah bunyinya (Bayangin sendiri deh yah :p).

info dari kompas.com :
Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang berasal dari 33 provinsi, dan dikomandani Kapten PNB Supardo S BUtarbutar.

Petugas pembawa baki pada upacara penurunan bendera adalah Delin Nova Liani, siswa kelahiran Payakumbuh, 20 November 1996 dari SMAN 2 Payakumbuh, Sumatera Barat. Sementara itu, bertindak sebagai pembentang bendera adalah Fauzi Prawira Karva, siswa kelahiran Kemangan, 7 Oktober 1995 dari SMAN 1 Sintang. Adi Wahyu Nurhidayat, siswa kelahiran Tangerang, 14 November 1996 asal SMAN 1 Tangerang bertindak sebagai pengerek Tim Putih, dan Alfraim Adven, siswa kelahiran Palangkaraya, 19 Januari 1997.
Suasana disana begitu khidmat dan tertib walaupun banyak juga tamu undangan yang maju-maju kedepan untuk melihat dari dekat suasana saat penurunan bendera.

Setelah acara penurunan bendera selesai, Bapak Presiden SBY kembali pergi dari tempat upacara dan semua tamu undangan semua ramai-ramai ke halaman istana untuk berfoto di halaman istana negara. Gue juga gak mau kalah untuk ikutan foto, karena sifat gue yang ke-norak-an ini muncul ber-foto-ria-lah gue dihalaman Istana Negara.

Gantengkan ^_^

Senyum Mas-nya ituloh

full team :)
wah masih banyak sebenernya fotonya di halaman istana negara, tapi nanti pada murka lagi liat foto-foto gue. Hehehe.

Itulah cerita gue di Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara 17 Agustus 2012 yang lalu. Semoga tahun depan bisa dapet undangan lagi dan bisa foto sama bapak Presiden. Amiiinnn.